Take a fresh look at your lifestyle.

Berangkat Ketimur Tengah Tanpa Ijin Keluarga, Dan Suami PMI Minta Pendampingan Pemuda Pancasila Pac Tirtayasa

12.091

 

Serang Kitaketik | Masih saja seperti tidak ada efek jera perekrutan pmi/tkw (pegawai migran indonesia) non prosedural oleh sponsor sponsor nakal. masih terus berjalan”, Kamis 11/08/22.

 

Kali ini menimpa warga kp andiwung kelurahan kepuren kecamatan walantaka kota serang Banten, yang mana istri nya di berangkatkan tanpa seijin suami, saat datang ke sekretariat pemuda pancasila pac tirtayasa suami tkw meminta pendampingan untuk istri nya yang sudah di timur tengah, terakhir masih bisa berkomunikasi dan mengatakan sakit dan susah untuk berkomunikasi ketika istrinya bekerja menjadi asisten rumah tangga di timur tengah”,

 

khumaini selaku ketua pac tirtayasa membenarkan ada inisal A datang ke skret kita pac tirtayasa, Saat di konfirmasi awak media di skret pac tirtayasa yang terletak di jln sususkan sidayu kec tirtayasa kabupaten Serang Banten.

 

khumaini mengatakan akan membantu mendampingi semaksimal mungkin kita sudah ada surat kuasa dari suami pmi yang di timur tengah kita akan berkordinasi dengan pemuda pancasila buruh dan pekerja yang ada di timur tengah dan kita juga akan berkordinasi dengan APH ketika semua keronologis nya sudah lengkap dan benar-benar terjadi pelanggaran humman trafiking yang di lakukan sponsor berinisial J asal dukuh kecamatan ciruas”.

 

kita akan konfirmasi dan meminta pertanggung jawaban nya sesuai atas permintaan suami tkw nya itu untuk memulangkan istri nya karna tidak ada ijin”.

 

salah satu senjata sponsor kan dengan cara iming-iming kerja enak gajih gede dan memberi uang fre kisaran Rp. 7 jt sampai dengan Rp. 13 jt tergantung berpengalaman atau tidak nya si calon tkw tersebut ketika ada penolakan pun semisal dari pihak keluarga sudah terlambat pasti di paksa untuk berangkat karna beralasan sudah mengeluarkan biaya lumayan besar”.

khumaini juga mengatakan untuk perekrutan pmi/tkw indonesia ke timur tengah kan belum boleh masih di moratorium jikalau di perbolehkan pun harus sesuai prosedur harus melewati beberapa tahapan sampai di nyatakan layak dan siap jasmani dan rohani nya kalau yang di lakukan sekarang kan prosedur nya tidak di jalan kan”,

khumaini menambahkan mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini dan terpublikasi ke umum sedikit menjadi peringatan warning dan efek jera buat masyarakat yang ingin menjadi pmi/tkw ke timur tengah.

 

Sementara itu Anis puad selaku suami mengatakan, saya takut istri saya masih sakit karna waktu berkomunikasi dia sakit dan kerja juga ngga bisa bahasa Arab, dan sekarang susah untuk berkomunikasi, dan yang lebih parahnya lagi saya ngga tau sama sekali kali istri saya berangkat kerja ke Arab ngga minta ijin sama sekali apa lagi tanda tangan, yang bawa istri saya juga saya ga tau siapa sponsornya, saya berharap dan minta tolong supaya masalah istri saya cepat diurus dan agar cepat dipulangkan ujarnya dengan nada sedih Anis puad selaku suami bercerita. (Red)

Berangkat Ketimur Tengah Tanpa Ijin Keluarga, Dan Suami PMI Minta Pendampingan Pemuda Pancasila Pac Tirtayasa

Serang Kitaketik | Masih saja seperti tidak ada efek jera perekrutan pmi/tkw (pegawai migran indonesia) non prosedural oleh sponsor sponsor nakal. masih terus berjalan”, Kamis 11/08/22.

Kali ini menimpa warga kp andiwung kelurahan kepuren kecamatan walantaka kota serang Banten, yang mana istri nya di berangkatkan tanpa seijin suami, saat datang ke sekretariat pemuda pancasila pac tirtayasa suami tkw meminta pendampingan untuk istri nya yang sudah di timur tengah, terakhir masih bisa berkomunikasi dan mengatakan sakit dan susah untuk berkomunikasi ketika istrinya bekerja menjadi asisten rumah tangga di timur tengah”,

khumaini selaku ketua pac tirtayasa membenarkan ada inisal A datang ke skret kita pac tirtayasa, Saat di konfirmasi awak media di skret pac tirtayasa yang terletak di jln sususkan sidayu kec tirtayasa kabupaten Serang Banten.

khumaini mengatakan akan membantu mendampingi semaksimal mungkin kita sudah ada surat kuasa dari suami pmi yang di timur tengah kita akan berkordinasi dengan pemuda pancasila buruh dan pekerja yang ada di timur tengah dan kita juga akan berkordinasi dengan APH ketika semua keronologis nya sudah lengkap dan benar-benar terjadi pelanggaran humman trafiking yang di lakukan sponsor berinisial J asal dukuh kecamatan ciruas”.

kita akan konfirmasi dan meminta pertanggung jawaban nya sesuai atas permintaan suami tkw nya itu untuk memulangkan istri nya karna tidak ada ijin”.

salah satu senjata sponsor kan dengan cara iming-iming kerja enak gajih gede dan memberi uang fre kisaran Rp. 7 jt sampai dengan Rp. 13 jt tergantung berpengalaman atau tidak nya si calon tkw tersebut ketika ada penolakan pun semisal dari pihak keluarga sudah terlambat pasti di paksa untuk berangkat karna beralasan sudah mengeluarkan biaya lumayan besar”.

khumaini juga mengatakan untuk perekrutan pmi/tkw indonesia ke timur tengah kan belum boleh masih di moratorium jikalau di perbolehkan pun harus sesuai prosedur harus melewati beberapa tahapan sampai di nyatakan layak dan siap jasmani dan rohani nya kalau yang di lakukan sekarang kan prosedur nya tidak di jalan kan”,

khumaini menambahkan mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini dan terpublikasi ke umum sedikit menjadi peringatan warning dan efek jera buat masyarakat yang ingin menjadi pmi/tkw ke timur tengah.

Sementara itu Anis puad selaku suami mengatakan, saya takut istri saya masih sakit karna waktu berkomunikasi dia sakit dan kerja juga ngga bisa bahasa Arab, dan sekarang susah untuk berkomunikasi, dan yang lebih parahnya lagi saya ngga tau sama sekali kalo istri saya berangkat kerja ke Arab ngga minta ijin sama sekali apa lagi tanda tangan, yang bawa istri saya juga saya ngga tau siapa sponsornya, saya berharap dan minta tolong supaya masalah istri saya cepat diurus dan agar cepat dipulangkan ujarnya dengan nada sedih Anis puad selaku suami bercerita.”

Sampai berita ini ditayangkan pihak sponsor belum bisa dikonfirmasi. (Red)

   
Leave A Reply

Your email address will not be published.