Take a fresh look at your lifestyle.

Akibat Kemarin Hujan Lebat, Sungai Ciujung Lama Meluap Kembali, Masyarakat Setempat Kurangi Aktivitas Di Sungai

0 15,627

 

Serang, Kitaketik.Com | Kemarin Hujan lebat kembali turun, akibatnya sungai ciujung lama kembali meluap banjir, masyarakat setempat, supaya kurangi beraktifitas dulu di sungai ciujung lama, karna setidak nya sudah ada korban gatal-gatal yang kejadian minggu kemaren akibat beraktivitas dikali Ciujung lama.

Dipinggiran sungai ciujung lama, saat hujan sungai meluap warga yang beraktifitas di sungai ketika dia mandi, dan beraktivitas lainya mengalami gatal-gatal dan di sertai bentol-bentol besar terutama pada beberapa warga desa pontang lengon kecamatan tirtayasa serang banten Minggu lalu.

“Sementara itu Khumaini selaku ketua ormas pemuda pancasila pac tirtayasa, angkat bicara yang secara langsung menerima pengaduan dari beberapa warga masyarakat desa pontang legon yang terdampak Minggu lalu, diwaktu itu masyarakat yang sedang mandi dan gotong royong di kali ciujung lama, setelah dua puluh lima menit kemudian, berada di sungai mereka tidak tahan dan langsung menetepi di karnakan badan mereka gatal-gatal sampai menimbulkan bentol-bentol besar ucapnya.”khumaini ketua pemuda pancasila pac tirtayasa kepada wartawan, Minggu 26/12/21.

 

“Menurut Khumaini sebelum nya mereka langsung mengadukan masalah ini ke saya lewat vhia whatsap dan kirim foto nya, lalu saya langsung meminta mereka untuk segera berobat dan saya menghubungi pihak puskesmas tirtayasa di karnakan saya lagi luar tidak bisa datang ke lokasi maka beberapa korban saya arahkan langsung datang ke puskesmas untuk penanggulangan pertama tambahnya.”Khumaini

Masih kata Khumaini
besok nya baru lah tim puskesmas datang ke lokasi desa pontang legon tepatnya di RT 04 dan memberi obat kepada masyarakat terdampak, Menurut saya diduga itu akibat limbah air pemotongan ayam yang mengalir di sungai karna cuman ada tanggul nya saja mengelilingi jadi kalau tidak hujan dan air tidak meluap aman-aman saja paling air seperti berminyak tapi jika hujan lebat dan air meluap maka air itu bercampur dengan air pemotongan ayam tersebut manjadi satu dengan air sungai nya maka saya duga demikian warga jadi gatal-gatal dan bentol-bentol seperti kemarin kejadian.

Setelah kejadian tersebut warga terdampak pun datang ke bale desa singarajan untuk minta pertanggung jawaban dan klarifikasinya karna sebelum nya ada salah satu perwakilan pengusaha tersebut, yang mengatakan jika memang ada korban gatal-gatal atau lain nya yang di akibat kan oleh limbah bawa saja kesini saya pengen tau dan siap untuk memberikan kerugian atau pengobatan mereka
itu di ucapkan di hadapan ibu lurah singarajan dan awak media pada saat itu.

Tapi kenyataanya nihil tidak ada perwakilan dari pengusaha yang menemui mereka bahkan pihak puskesmas pun belum bisa memberikan kesimpulan ini akibat apa karna bukan ranah nya dan harus benar-benar di teliti dlu.

Makanya saya berikan arahan untuk masyarakat khususnya warga pontang Legon jika sungai meluap jangan ada aktifitas dulu khawatir terjadi lagi seperti yang sudah-sudah, nanti siapa yang akan bertanggung jawab.”

Saya selaku ketua pemuda pancasila PAC tirtayasa akan terus berusaha mengawal masalah ini agar masyarakat pontang legon mendapatkan hak-hak nya, untuk mengunakan dan memanfaat kan sungai ciujung lama seperti biasanya yang digunakan setiap harinya seperti mandi nyuci dll. Dan tidak terjadi korban lagi seperti gatal-gatal lagi.

Kami sudah mendapat surat kuasa pengaduan masyarakat dan akan saya tugas kan jajaran kami rofiq selaku sekertaris nahrawi dan yang lain nya untuk menjadi tim menembuskan ke semua instansi terkait agar masalah ini bisa di selesaikan sesuai peraturan yang ada.

Kepada pemerintah terkait, tolong agar segera cek kelapangan air sungai Ciujung lama bilamana benar akibat limbah, yang sudah mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat setempat tolong agar segera secepatnya bertindak tegas, saya duga juga belum ada ijinya juga tegasnya, khumaini.”(Red

   
Leave A Reply

Your email address will not be published.